Contact : (021) 830 7544 - EMERGENCY 24 H (021) 8311759

Klub Asma

Asma adalah penyakit jangka panjang yang dapat menyebabkan penderita sulit bernapas, batuk, dan mengi saat kambuh. Pada setiap orang, tingkat keparahan penyakitnya bervariasi, dan umumnya bisa dikontrol dengan baik.
Asma terjadi saat saluran udara atau bronkus mengalami pembengkakan. Bronchus berbentuk seperti tabung kecil yang digunakan untuk membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru. Asma bronkial umumnya lebih sensitif dibanding yang lainnya dan lebih mudah mengalami peradangan.
 
Gambaran umum tentang gejala asma
 
Ketika paru-paru pasien tersinggung oleh sesuatu yang memicu asma, pernapasan menjadi sempit, otot-otot disekitarnya diperketat, dan peningkatan produksi sputum. Begitu ada beberapa gejala seperti sesak dada, mengi, dan batuk.
 
Serangan parah dari gejala ini dikenal sebagai serangan asma atau eksaserbasi asma akut. Orang dengan asma mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit. Meski jarang terjadi serangan asma yang mengancam nyawa. Bagi penderita asma kronis, radang tenggorokan yang telah berlangsung lama dan berulang-ulang bisa menyebabkan penyempitan permanen.
 
Jika seseorang didiagnosis menderita asma selama masa kanak-kanak, gejalanya mungkin tidak ada saat ia remaja dan muncul kembali sebagai orang dewasa. Tapi gejala asma tergolong moderat atau berat pada masa kanak-kanak, akan cenderung tetap ada meski mungkin juga muncul kembali. Meski begitu, asma bisa terjadi pada usia berapapun dan tidak selalu berawal dari masa kanak-kanak.
 
Penderita asma di indonesia
 
Di Indonesia seiring dengan pertumbuhan populasi dan industri, asma semakin menjadi perhatian terutama dengan faktor pemicu yang meningkat. Kenaikan asma juga erat kaitannya dengan interior rumah, gaya hidup, diet, merokok, paparan alergen, serta polusi udara dari industri dan kendaraan.
 
Menurut data WHO tahun 2011, kematian akibat asma di Indonesia mencapai 14.624 jiwa. Angka ini berarti asma menyebabkan sekitar 1% dari total kematian di Indonesia. Sekitar 1,1% penduduk Indonesia menderita asma. Jadi, meski mungkin termasuk penyakit langka, asma harus dilakukan untuk mengendalikan serangan dan tidak diizinkan mencapai tahap yang mengancam jiwa.
 
Sedikit tentang penyebab asma
 
Asma adalah penyakit keturunan. Seseorang yang paling mungkin terkena asma jika salah satu atau kedua orang tua juga menderita asma. Meski begitu, penyebab dasar penyakit ini masih belum sepenuhnya dipahami.
 
Faktor menjadi pemicu umum asma
 
Pemahaman pemicu di sini adalah segala sesuatu yang bisa mengiritasi saluran pernafasan, yaitu apapun yang nantinya menyebabkan timbulnya gejala asma. Pemicu umum asma pada masing-masing penderitanya berbeda.
 
Ada beberapa hal yang bisa menjadi pemicu umum asma, seperti bulu binatang, udara dingin, tungau debu, asap rokok, serbuk sari, infeksi paru-paru, dan olahraga. Beberapa aktivitas spesifik pekerjaan semacam itu juga bisa memperparah asma. Ini disebut sebagai ‘asma kerja’ atau asma yang berhubungan dengan pekerjaan. Contohnya seperti pekerja konstruksi yang menderita asma akibat sering terpapar debu atau pasir.
 
Sekilas diagnosis asma
 
Dokter Anda mungkin bisa menyimpulkan diagnosis jika Anda memiliki gejala khas asma. Dokter Anda akan bertanya kapan dan seberapa sering Anda memiliki gejala ini, dan jika Anda tahu tentang sesuatu yang mungkin menjadi pemicu. Dokter Anda akan melakukan sejumlah tes untuk memastikan diagnosisnya.
 
Langkah penanganan penyakit asma
 
Untuk pengobatan asma sendiri sampai saat ini belum ditemukan, namun ada sejumlah langkah penanganan yang bisa diimplementasikan untuk membantu pengendalian asma. Pengobatan didasarkan pada dua tujuan penting, yaitu untuk meredakan gejala dan mencegah serangan asma. Kedua tujuan ini juga melibatkan kombinasi pengobatan, identifikasi dan penghindaran pemicu asma, serta saran gaya hidup.
 
Hidup dengan asma
 
Jika kebetulan Anda adalah penderita asma atau orang yang hidup dengan asma, jangan khawatir atau cemas dengan penyakit Anda. Asma adalah kondisi yang bisa dikontrol asalkan Anda menerapkan disiplin, baik dalam hal penanganan, maupun pencegahan.
 
Beberapa langkah di bawah ini bisa Anda lakukan untuk mencegah serangan asma, diantaranya:
1. Mengakui dan menghindari pemicu asma.
2. Berikut rencana pengelolaan asma yang Anda buat dengan dokter Anda.
3. Mengakui dan mengobati serangan asma sesegera mungkin.
4. Menggunakan obat asma yang direkomendasikan oleh dokter secara teratur. Pemantauan napas Anda.
5. Dianjurkan untuk melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia untuk mencegah timbulnya komplikasi akibat serangan asma.
6. Jika Anda menggunakan reaksi cepat inhaler pereda Anda meningkat, segera konsultasikan ke dokter sehingga rencana pengelolaan asma Anda disesuaikan kembali.