Contact : (021) 830 7544 - EMERGENCY 24 H (021) 8311759

All Posts in Category: Environment

Kesehatan adalah hak asasi seluruh manusia

Kesehatan adalah hak asasi seluruh manusia

Fresenius Medical Care memperingati kontribusi dan peranan perawat terhadap akses pelayanan kesehatan secara global

 

Perawat; melalui tangan – tangan mereka inilah kemungkinan besar Anda dan anak – anak Anda diantarkan melihat dunia. Mereka memainkan peranan penting dalam meningkatkan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mereka adalah telinga, mata, dan juga tangan bagi setiap tim kesehatan, bahkan, acap kali mereka menjadi jembatan penghubung komunikasi antara pasien dengan keluarga serta sahabat – sahabat pasien. Mereka adalah para tenaga kesehatan yang sangat terampil yang senantiasa memberikan perawatan penuh kasih sayang pada saat kapanpun dalam fase kehidupan kita, dan sering kali justru pada saat kita berada pada kondisi yang sangat rapuh.

Saat ini, perawat terus menerus melakukan apa yang telah diajarkan oleh Florence Nightingale, yang juga dikenal oleh seluruh dunia sebagai penemu dari keperawatan modern. Dan karena itulah, maka pada setiap tanggal 12 Mei, yaitu pada hari ulang tahun Florence diperingati sebagai Hari Perawat Internasional: yaitu untuk menghargai dan mengapresiasi kontribusi para perawat dalam menciptakan tingkat kesehatan dan kesejahteraan bagi setiap manusia dan bagi sistem kesehatan di dunia.

Perawat merupakan bagian dari komunitas di mana mereka berada — mereka berbagi budaya, berbagi kekuatan, dan saling berbagi di dalam kerapuhan.
— World Health Organization

 

Pada tahun ini, Dewan Perawat Internasional menyatakan ‘Kepemimpinan suara perawat – Kesehatan adalah Hak Asasi Manusia ‘ sebagai tema Hari Perawat Internasional. Tanpa memandang di manapun dan kondisi apapun, pelayanan kesehatan haruslah tersedia bagi setiap orang. Di Fresenius Medical Care, para perawat kami telah melayani lebih dari 45.000 pasien di 380 klinik dialisis Fresenius Kidney Care, dan juga melalui program terapi dari rumah ke rumah di seluruh wilayah Asia Pasifik .

“Tidak ada tujuan yang lebih utama bagi kami selain melayani pasien di seluruh wilayah Asia Pasifik yang tersebar luas secara geografis, di mana estimasi mencapai setidaknya 1,46 juta penduduk dengan gagal ginjal tahap akhir1 dan membutuhkan dialisis sepanjang hidupnya,” ucap Harry de Wit, CEO dari Fresenius Medical Care Asia-Pasifik.   “Klinik dialisis kami, Fresenius Kidney Care tersebar di perkotaan, di daerah-daerah sampai area terpencil, dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih luas kepada pasien. Melalui program terapi dari rumah ke rumah, para perawat kami harus bepergian melintasi kota dan daerah berbeda untuk dapat mengunjungi pasien di rumah-rumah mereka, mengawasi kondisi para pasien dan membantu mereka untuk patuh pada program terapi yang dianjurkan”

“Saya merasa seperti menjadi bagian dari perkumpulan sosial karena kami saling mengenal satu dengan lainnya dan memiliki hubungan komunikasi yang sangat baik antar pasien, setiap orang sangat terbuka terhadap lainnya, dan para staf sangat baik terhadap kami. Kebahagiaan dapat merubah dunia”
— pasien Fresenius Kidney Care

Fresenius Medical Care mempekerjakan sejumlah besar perawat di Asia Pasifik, bahkan jumlah perawat mencapai 70% dari total karyawan; “Para perawat telah menggunakan sebagian besar waktunya dalam setiap minggunya untuk pasien-pasien mereka, selama bertahun-tahun, dan pada akhirnya menjadi bagian dari keluarga besar pasien kami,” ujar dr. Enny, General Manager Fresenius Kidney Care Indonesia. “ Pasien – pasien kami memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan para perawat, yang kemudian mampu menumbuhkan semangat hidup dan membantu mereka untuk patuh kepada program kesehatan masing-masing

“Marilah kita bersama-sama menghargai jasa para perawat….. kita seharusnya belajar dari mereka sepanjang hidup kita.”
— Florence Nightingale

Menyadari pentingnya peran para perawat dalam menyediakan pelayanan yang berkualitas tinggi, Fresenius Medical Care terus menerus berinvestasi kepada para perawat dengan menyediakan edukasi yang berkesinambungan dan kesempatan pengembangan karir bagi mereka. Fresenius Medical Care juga sangat mendukung para perawat agar secara aktif berpartisipasi dalam program akreditasi di organisasi internasional Asia Pasifik. Pada program tersebut, mereka berkesempatan mengembangkan keterampilan, meningkatkan tingkat kepuasan dan kepercayaan diri, dan memiliki kesempatan untuk berada pada posisi kepemimpinan, di mana perawat kemudian akan memiliki suara yang akan lebih didengar sebagai pengambil keputusan.

Kondisi perawat di Indonesia

Rasio perawat pada tahun 2016 secara nasional adalah 113 per 100.000 penduduk, angka ini masih jauh dari target tahun 2019 yaitu 180 per 100.000 penduduk dan juga masih belum mencapai target sebelumnya (tahun 2014) yaitu 158 per 100.000 penduduk. Terdapat delapan provinsi dengan rasio perawat tahun 2016 yang sudah memenuhi target tahun 2019 adalah DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Aceh, Maluku, Sulawasi Utara, Bengkulu, dan Jambi. Tiga provinsi dengan rasio perawat tertinggi yaitu DKI Jakarta (221,5 perawat untuk 100.000 penduduk), Kalimantan Timur (202,9 per 100.000 penduduk), dan Kepulauan Bangka Belitung (202,4 per 100.000 penduduk). Provinsi dengan rasio jumlah perawat terendah yaitu Lampung sebesar 48,90 per 100.000 penduduk, diikuti Jawa Barat 68,9 per 100.000 penduduk, dan Banten 72,1 per 100.000 penduduk.

Menurut data dari BPPSDMK per Desember 2016, dari total sumber daya manusia kesehatan yang didayagunakan di fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia, terdapat 6 profesi kesehatan yaitu dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, paramedis yaitu bidan dan perawat, dan tenaga farmasi. Dari keenam profesi tersebut yang terbesar mencapai jumlah 49% adalah perawat, 27% bidan, dokter spesialis 8%, dokter umum 7%, farmasi 7%, dan dokter gigi 2%2.

Referensi

  1. Fresenius Medical Care 2016, ESRD Patients – Asia-Pacific and The World.
  2. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, Situasi Tenaga Keperawatan Indonesia, 2017

 

 

Read More